Bahan-Bahan Berbahaya Dalam Makanan Instan

Makanan alami dan segar lebih sehat dibandingkan makanan instan. Tapi kenyataannya banyak orang berbelanja menghabiskan uang sebagian besarnya dengan makanan instan kemasan yang bersifat aditif dan rendah nutrisi.

Makanan instan yang kemasan sebagian besarnya sarat dengan garam, perasa buatan, pemanis, lemak buatan pabrik, bahan kimia yang megubah tekstur,pewarna dan zat pengawet.Tapi masalahnya apa yang bisa dibawa pergi dari tubuh kita oleh makanan instan bukan hanya pada apa yang ditambahkan ke dalam makanan itu.

Pada kenyataannya sering menghilangkan nutrisi alami yang dirancang oleh alam untuk melindungi jantung kita  seperti antioksidan, serat larut, dan lemakbaik dalam proses makanan instan kemasan. Tentunya berbahaya dan menjadi bencana bagi kesehatan akibat dari sifat aditif makanan instan.

Anda harus waspada terhadap bahan-bahan berbahaya dalam makanan instan, Berikut bahan-bahan berbahaya yang dimaksud.

Lemak Trans

Dalam kue kemasan umumnya terdapat lemak trans seperti microwave popcorn, muffin, kerupuk, cracker dan margarin. Lemak trans juga terdapat pada makanan cepat saji seperti kentang goreng.

Bagi jantung, lemak trans lebih berbahaya bila dibandingkan dengan lemak jenuh, dan menyebabkan sekitar tiga puluh ribu hingga seratus ribu orang sebagai penyebab kematian dini akibat penyakit jantung pada setiap tahunnya. Kenapa lemak trans trans lebih berbahaya buat jantung? Karena  lemak trans menurunkan kolestrol baik HDL dan meningkatkan kadar kolestrol jahal LDL. Untuk arteri anda tentunya hal itu dapat memicu masalah ganda. Bahaya lainnya lemak trasn dapat menyumbat pembuluh darah arteri karena dapat meningkatkan kadar lipoprotein dan trigliserida.

Periksa apakah ada kata-kata ini pada daftar label : Partially hydrogenated, Fractionated atau difraksinasi dan hydrogenated atau terhidrogenasi. (beberapa lemak trans disalahartikan sebagai lemak terhidrogenasi tetapi lemak yang sepenuhnya terhidrogenasi bukanlah ancaman bagi jantung. Makanan mengandung lemak trans berarti yang mengandung kata-kata tadi.

Biji-bijian olahan

Roti putih atau pasta putih contoh dari  makanan yang terbuat dari biji-biian  (banyak terdapat kemasan instannya sekarang) hal itu dapat meningkatkan hingga 30 persen resiko serangan jantung.

Jangan tergoda dengan produk yang hanya ditabur serpihan gandum di permukaannya, sehingga dari gandum utuh seolah makan itu dibuat dan jangan tertipu juga oleh klaim seperti dibuat dari tepung terigu atau tujuh jenis biji-bijian. Untuk itu jadilah konsumen yang cerdas.

Memiliki resiko lebih rendah mengidap penyakit jantung sebesar 20 hingga 30 persen bagi  laki-laki yang makan gandum utuh. Sebaliknya lebih beresiko terkena tekanan darah tinggi, resistensi insulin dan jantung bagi mereka yang memilih produk instan dari biji-bijian olahan.

Salt (garam)

World Health Organization atau organisasi kesehatan dunia menganjurkan konsumsi garam setiap arinya maksimal 5 gram. Setiap hari kita lebih banyak mengonsumsi garam dari makanan instan atau makanan olahan seperti saus, mie instan, sup instan dan sebagainya. Jadi setiap hari, tiga perempat sodium atau garam yang kita konsumsi tidak berasal darigaram di meja atau di dapur. Rata-rata 6,3, 5,6. Dan 5,7 gram perhari  penduduk Indonesia masing-masing mengonsumsi garam. Ini berarti lebih tinggi bila dibanding dengan anjuran dari WHO.

Asupan sodium sebanyak 98 persen akan diserap oleh usus dan kelebihannya akan disaring di ginjal, kemudian dikeluarkan melalui urin dan keringat. Sayangnya, fungsi ginjal cenderung menurun seiring dengan pertambahan usia.

Bisa memicu masalah kesehatan bila mengonsumsi sodium secara berlebihan, Penyakit-penyakit yang akan timbul dari mengonsumsi garam secara berlebihan berkaitan erat dengan peningkatan resiko beberapa penyakit kronis  seperti jantung dan terutama hipertensi atauu tekanan darah tinggi. Agar tubuh tidak mengonsumsi garam yang berlebihan sebaiknya kurangi konsumsi makanan instan dan olahan pabrik.

High-fructose corn syrup ( sirup jagung fruktosa tinggi)

Anda akan dengan mudah menemukan makanan dan minuman yang mengandung high ructose corn syrup atau sirup jagung frukos tinggi) di supermarket-supermarket. Jika anda belanja ke supermarket, coba periksa makan-makanan atau minuman instan dalam kemasannya kemudian lihat pula labelnya. Sebelum diubah jadi glukosa, fruktosa tidak bisa secara langsung digunakan oleh tubuh menjadi sumber energi. Jadi memerlukan proses yang panjang bagi sukrosa  untuk menjadi sumber energi bagi tubuh.

Secara berlebihan dalam mengonsumsi fruktosa akan mengakibatkan proses pembentukan lemak di hati yang selanjutnya akan dikeluarkan ke peredaran darah. High Fructose Corn Syrup  juga bertanggung jawab terhadap masalah berkaitan dengan kesehatan tubuh lainnya seperti kolesterol tinggi, masalah kegemukan, masaah insulin, diabets tipe-2, penyakit hati, dan tekanan darah tinggi. Suatu resiko penyakit yang benar-benar harus diwaspadai sebelumnya.

Sebagai antisipasi terhindar dari resiko-resiko penyakit berbahaya, sebaiknya anda periksa di kemasan makanannya apakah ada  tertulis sirup jagung, sirup jagung tinggi fruktosa atau pemanis jagung. Hal ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya makanan tersebut mengandung HFCS atau high fructose corn syrup.

Selektif dalam memilih makanan dan minuman supaya terhindar dari Bahan-bahan Berbahaya dalam Makanan Instan itu diperlukan untuk kesehatan tubuh. Semoga informasinya dapat bermanfaat.