Melatih Kecerdasan Batita

Anak tumbuh sehat dan cerdas merupakan dambaan semua orang tua di dunia. Anak perlu dilatih dalam memaksimalkan asfek psikomoriknya dengan kegiatan yaang menarik dan kreatif..  Di sini peran orang tua selaku lingkungan terdekat dari anak yang patut menstimulasi panca inderanya, melatih motorik kasar dan mengembangkan kecerdasan sensor motorik anak . Orang tua dalam hal ini bisa memaksimalkan perkembangan aspek psikomotorik anak dengan cara yang mudah dan sederhana.

Umumnya orang tua banyak melarang segala aktivitas anak yang padahal apa yang anak lakukan itu sebagai gambaran bahwa dia sedang berimajinasi dan besarnya keingintahuan anak yang terkadang membuat anak melakukan aktivitas bermainnya dengan membuat rumah menjadi berantakan. Salah satu contohnya terkadang orang tua juga melarang anaknya bersepeda karena khawatir terjatuh atau berbagai macam alasan lainnya. Padahal ada manfaat yang bisa diambil dari bersepeda yaitu bisa melatih koordinasi keseimbangan. Salah satu upaya memaksimalkan asfek psikomotorik yang baik untuk anak, disarankan orang tua melakukan kegiatan seru yang kreatif agar bisa menstimulasi kecerdasannya.

Ada beberapa cara atau kegiatan  untuk melatih kecerdasan batita  yang bisa orang tua lakukan di sekitar rumah:

  • Di halaman rumah

Jenis kegiatan yang bisa dilakukan di halaman rumah misalnya mengenai pengenalan terhadap warna, dan bentuk-bentuk umum yang sederhana seperti mengenalkan bentuk segitiga, lingkaran, persegi dari benda yang dilihat anak. Stimulasi keingintahuan anak dengan diberi pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti “ rumput warnanya apa ya?”dan lain-lainnya.

Jenis kegiatan lainnya dengan mengenalkan kepada anak beragam bentuk daun  dan tanamanan yang ada di halaman rumah.

Cara melatih kecerdasan anak lainnya yang bisa dilakukan di halaman yaitu anak diajak bermain engklek sambil meloncat anak diajak menghitung  loncatan.

Tujuannya; mengajarkan pegamatan, mengenalkan anak dengan lingkungan sekitar, belajar  berhitung dan juga biologi. Anak belajar memnuhi kesepakatan dengan temannya saat bermain engklek. Juga anak bisa mengerti bagaimana kalah, menang dan dicurangi serta anakpun bisa luwes dalam berinterksi dengan teman-temannya karena ada aturan main dalam permainan engklek yangg wajib disepakati bersama.

JIka anak mempunyai banyak pengalaman dalam kesehariannya, akan membuat lebih menerima dengan teori yang didapat di sekolah karena anak tinggal mereview dari pengalaman sehari-harinya. Misalnya ketika ada pelajaran mengenal tanaman, ketika anak sudah punya pengalaman dengan dikenalkan oleh orang tua mengenai tanaman, anak akan dengan gampang menerima teorinya karena sudah punya pengalaman sehari-hari dari peran orang tua yang telah mengeksplor kecerdasan anak. Sangat disayangkan bila anak hanya tahu teori saja tanpa diberi kesempatan mengeksplor. Pada dasarnya anak lebih senang bermain sambil belajar.

  • Di kamar mandi

Kegiatan yang bisa dilakukan di kamar mandi untuk melatih kecerdasan batitia adalah mandi dan membuka keran air. Cara melatihnya dengan mengajarkan anak membuka dan menutup keran secara perlahan-lahan. Dan saat anak mandi, ajarkan anak menyabuni lalu kemudian suruh juga anak menyabuni tubuhnya dengan dimulai dari tangan kanan lalu tangan kiri seteah itu bagian tubuhnya dan terakhir sabuni bagian paha dan kakinya.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah belajar koordinasi dan belajar bagian kanan kiri tubuh atau literasi. Anak mengenal secara urut tata cara mandi dan anak mengenal pula bagian kanan dan kiri. Anak harus diberi kesempatan mandiri agar tidak menjadi anak yang ragu-ragu, pemalu, kepercayaan diri rendah dan tidak takut salah. Dalam hal ini secara psikososial mengembangkkan inisiaif dan kemandirian pada anak.

  • Di dapur

Ada kegiatan di dapur yang dapat menstimuli kecerdasan anak. Jenis pemainan yang bisa dilakukan yaitu dengan mencetak bentuk tertentu, mengumpulkan sayur dan barang sejenis di dapur. Cara melatihny a dengan anak diajak mengumpulkan sayuran berdasarkan jenis warnanya yang sama misalnya merah dan hijau. Anak dilibatkan dalam memilih sayuran mana yang bisa dimasukan ke dalam kulkas dan sayuran yang tidak bisa disimpan di dalam kulkas. Kemudian memisahkan barang-barang yang terbuat dari logam. Dengan begitu anak secara tidak langsung balajar tentang himpunan. Keigatan lainnya yang bisa dilakukan misalnya saat ibu sedang membuat roti atau donat, ibu bisa melibatkan batita untuk ikut mencetak sambill mengenalkan bentuk-bentuk geometri sederhana. Biasanya anak anak senang dan merasa happy melakukan kegiatan tersebut sehingga ilmu pengetahuan dengan mudah dapat diserap anak sambil kegiatan bermain di dapur.

Tujuan dari kegiatan orang tua melakukan kegiatan tersebut bersama batita adalah batita belajar tentang warna,rasa, tekstur, bentuk, himpunan matematika, IPA, dan mengenal pula sifat benda padat, cair dan gas.

Tidaklah sulit melatih kecedasan batita di rumah. Hal-hal yang sepintas terkesan sederhana kegiatan yang dilakukan bersama anak sebenarnya bermanfaat banyak untuk perkembangan psikomotorik anak. Pembiasaan dalam melibatkan batita dalam melakukan hal-hal yang sederhana di rumah akan menstilumuli kecerdasan anak secara optimal. Semoga bisa bermanfaat…

Leave a Reply