Virus Ebola

VIRUS EBOLA, PENGERTIAN, PENYEBAB,GEJALA,PENYEBARAN DAN CARA PENCEGAHANNYA

 

Saat ini dunia dihebohkan dengan munculnya virus mematikan Ebola. Walaupun sejauh ini belum ditemukan di Indonesia yang terjangkit Ebola, tapi alangkah baiknya jika kita memiliki pengetahuan tentang penyakit tersebut, bagaimana gejala – gejalanya, bagaimana virus itu menyebar, dan bagaimana pencegahannya.

Virus Ebola

Virus Ebola

Virus Ebola adalah virus mematikan yang ditularkan melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi , jarum yang tidak steril, atau hewan yang terinfeksi. (sumber : Kamus Kesehatan). Sedangkan menurut Wikipedia; Penyakit Virus Ebola (EVD) atau Demam Berdarah Ebola (EHF) adalah penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus Ebola.

Di sebagian Afrika Utara seperti Pantai Gading,Nigeria,Liberia,Guinea, adalah merupakan Negara yang pertama kali terjangkit virus Ebola melalui gigitan kelelawar ke seorang anak balita. Itu menurut sumber dari Riset Internasional.  Ada kejadian anak laki – laki yang digigit kelelawar kemudian menular kepada ibunya, akhirnya keduanya meninggal dunia.  Bahkan setelah keduanya meninggal karena virus ebola tersebut dimakamkan, orang yang menghadiri pemakaman itu tertular juga. Virus ebola juga dapat ditularkan melalui hewan yang mati. Seperti diketahui banyak warga Afrika yang mengkonsumsi kelelawar buah.

Surat kabar kompas. Kamis, 7 Agustus 2014, memberitakan: Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 1600 orang di Guenia ,Liberia, dan Siera Leone telah terinfeksi virus Ebola. Virus yang pertama kali ditemukan 1976 ini sangat mematikan.

Tahun 1976 di Republik Demokratik Kongo pertama kali virus ebola ditemukan. Menurut World Health Organization (WHO)  sejak itu terjadi 15 epidemi di Negara-negara Afrika. Virus Ebola memakan korban lebih dari 1300 orang. Pada tahun 2012, epidemic virus Ebola adalah terjadi di Negara Uganda dan Republik Demokratik Kongo.

Menurut Kamus Kesehatan, Virus Ebola ada empat jenis, yaitu ; Ebola Zaire,Reston,Tain, dan Sudan. Ebola Reston satu-satunya virus yang menyerang  hanya pada monyet dan tidak menyerang manusia. Virus Reston ini menularnya melalui udara. Jadi dapat disimpulkan bahwa  virus yang menyerang manusia itu penularannya melalui darah atau cairan tubuh.

Surat kabar MetroTV. 08 Oktober 2014 menulis; Ada delapan periode gejala virus Ebola yang harus kita ketahui,secara singkat penulis ulas, yaitu ;

  1. Masa inkubasi Ebola. Masa inkubasi virus Ebola adalah dua sampai dua puluh satu hari .
  2. Gejala Ebola.Gejala pasien Ebola mengalami demam,sakit kepala , pusing,sakit tenggorokan,nyeri otot,diare dan muntah.
  3. Virus Ebola menular bila telah menunjukkan gejala-gejalanya.
  4. R – Nol.Formula R 0 itu memprediksi bagaimana virus Ebola itu menular.
  5. Pelacakan kontak.Yaitu melacak pasien yang terkena virus Ebola. Di Afrika sedang dilakukan pelacakan yang dilakukan oleh para relawan lokal yang telah dilatih oleh para ahli kesehatan masyarakat. Pelacakan tersebut berupa serangkaian pertanyaan misalnya, dimana pasien berada, berapa orang yang telah berinteraksi dengan penderita Ebola, dsb.
  6. Kontak langsung.Kontak dengan cairan tubuh si penderita Ebola baik dngan anggota keluarga, teman-teman maupun kerabat. Orang yang di sekitar penderita yang kemungkinan besar tertular oleh penderita.
  7. Kontak tidak langsung.Kontak tidak langsung beresiko lebih rendah daripada yang terkena cairan tubuh penderita, misalnya di tempat kerja, di sekolah.
  8. Bagi penderita Ebola, mereka tidak boleh meninggalkan ruang perawatan dan tidak boleh kontak dengan orang lain.

Penyebab virus Ebola

Menurut Wikipedia, virus Ebola ini mungkin disebabkan melalu kontak cairan tubuh hewan atau darah hewan yang terjangkit virus ebola biasanya kelelawar atau monyet. Orang yang terjangkit virus ebola dapat dengan cepat menular ke orang lain. Sampel darah untuk antibody virus, RNA virus, atau virus itu sendiri untuk memastikan  dignosisnya.

siklus-virus-ebola

Penyebab seseorang terkena virus Ebola adalah :

  • Dari kontak fisik/bersentuhan dengan cairan tubuh penderita baik air liur,keringat,darah, dan cairan tubuh yang lainnya.
  • Memakan atau menyentuh buah-buahan yang telah tersentuh korban.

Gejala-gejala Penderita Ebola

  • Pusing,demam,nyeri,merasa lemah,muntah-muntah,diare, dan terkadang muncul ruam-ruam pada kulit penderita.
  • Muntah darah,kencing berdarah,keluar darah dari tubuh penderita atau mengalami pedarahan.
  • Tekanan darah menurun
  • Mengalami gangguan koagusi
  • Kehilangan nafsu makan
  • Menurunnya fungsi liver dan ginjal

Bagaimana Virus Ebola Menular?

  • Virus Ebola menular melalui cairan tubuh penderita seperti, bersentuhan          keringat,muntah,darah penderita,air liur atau melalui mulut penderita.
  • Melalui benda yang telah disentuh penderita, atau makanan yang telah disentuh penderita.
  • Menyentuh benda-benda yang telah terkena air liur penderita atau kelelawar.
  • Pelayat yang telah menyentuh jenazah yang meninggal karena virus Ebola.
  • Hewan yang sakit Ebola atau mati karena Ebola yang disentuh manusia dapat tertular juga.

Bagaimana mencegah tertularnya Virus Ebola?

Virus Ebola sampai saat ini belum ada obat atau vaksinasi untuk melawannya. Ada kekhawatiran bagi kita, karena virus tersebut dapat menyebar melalui menumpang lalu lintas manusia atau barang  yang dapat menyebar sangat cepat. Cara satu – satunya untuk mengendalikan tertularnya atau mencegah penyebaran virus Ebola bagi penderita yaitu dengan isolasi atau karantina. Adapun bagi kita walaupun virus tersebut belum ada di Indonesia dan semoga tidak terjadi di Indonesia, alangkah baiknya untuk waspada agar kita tidak terjangkit virus Ebola, ada beberapa cara supaya tidak terkontaminasi, yaitu :

  1. Menjauhi kawasan epidemi virus Ebola
  2. Menghindari perjalanan atau berwisata ke daerah epidemic Ebola, tetapi bila sudah terlanjur sebaiknya terlebih dahulu dikarantina untuk dilakukan pemeriksaan labolatorium dari medis.
  3. Sesering mungkin mencuci tangan dengan memakai sabun atau antiseptik yang khusus buat mencuci tangan.Jauhi kontak pisik dengan pasien yang terkena virus Ebola karena virus Ebola dapat menular melalui cairan tubuh maupun darah penderita Virus Ebola.
  1. Tidak mengkonsumsi hewan liar termasuk primata dan tidak membeli maupun mengkonsumsinya dari daerah epidemi terutama di wilayah Afrika.
  2. Berhati-hati dalam mengurus mayat orang yang meninggal karena virus ebola, seperti kita ketahui bahwa mayatnya masih dapat menularkan virusnya kepada orang lain.
  3. Bagi petugas kesehatan dalam menangani penderita harus mengikuti prosedur yang telah diatur, misalnya memakai masker, sarung tangan,pakaian pelindung dll.
  4. Sebaiknya menghindari menyentuh sarana umum. Sarana umum yang dimaksud seperti, alat bermain, pegangan tangga, escalator, lift.
  5. Menutup luka. Luka yang terbuka dapat dengan mudah terpapar virus dari luar.
  6. Bagi yang suka mengkonsumsi daging babi. Sebelum mengkonsumsi perhatikan kebersihan dan kualitasnya.
  7. Meyakini bahwa daging yang kita konsumsi berkualitas bagus.
  8. Gunakan sarung tangan bila terpaksa dalam kondisi dekat dengan pasien Ebola.

Sampai saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan penderita virus Ebola, vaksinasinya pun belum ada. Penanganannya sampai saat ini berupa dengan memberikan terafi rehidrasi oral atau  pemberian minum air yang sedikit manis dan asin   (cairan intravena) atau pemberian infus intravena. Sekarangpun masih diupayakan mengembangkan vaksin, tapi sampai saat ini belum berhasil. (sumber, Wikipedia).

Jadi dapat disimpulkan bahwa saat ini obat maupun vaksinasi untuk virus ebola belum tersedia dan masih dalam tahap pengembangan para peneliti.

Semoga bermanfaat.